motolineid.com – Luca Marini memasuki musim pertamanya sebagai pebalap Repsol Honda MotoGP tanpa memikirkan besarnya tugas yang harus dia hadapi. Namun, setelah menjalani tes pramusim terakhir di Qatar, Marini dan Honda mulai menyadari betapa besar tantangan yang harus dihadapi.
Dalam tes tersebut, Marini finis 1,7 detik dari Francesco Bagnaia, menempatkannya di peringkat ke-20. Hasil ini menyoroti kurangnya cengkeraman belakang yang dihasilkan oleh Honda, sesuatu yang menjadi fokus perhatian Marini.
- Java Race Championship 2026 Siap Guncang Sirkuit Mijen Semarang, Kelas Bebek dam Matic Jadi Primadona
- Superchallenge Super Prix 2026 Tasikmalaya: Ajang Bergengsi dengan Total Hadiah Rp1,7 Miliar Siap Guncang Dunia Balap Motor
- Pendaftaran Ketum IMI Jateng 2026–2030 Ditutup, Frits Yohanes Calon Tunggal dengan Dukungan 100 Persen
“Sekertanya jarak kita masih jauh, tapi feeling di motor hari ini sudah membaik, jadi di satu sisi saya puas,” ujarnya. Namun, dia juga mengakui bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut. “Pegangan belakang! Di pintu masuk, di tikungan tengah, dan di pintu keluar. Sekarang kami harus melihat bagian motornya saja, karena di situlah yang lebih kami lewatkan.”
Meskipun menghadapi tantangan, Marini tetap optimis dan menunjukkan kesabaran yang diperlukan. Dia menyadari bahwa debut di kelas premier tidak akan mudah, tetapi dia siap untuk belajar dan berkembang.
“Kami perlu bersabar. Kita akan tiba,” katanya dengan mantap.
Marini juga mengomentari performa Francesco Bagnaia, yang berhasil memecahkan rekor waktu putaran. Dengan sedikit sindiran, Marini mengakui kekuatan Bagnaia dan prestasinya yang luar biasa.
“Saya pikir Pecco berusaha untuk memiliki lebih banyak [tawar-menawar] untuk kontrak [baru] dengan Ducati! Dia menunjukkan kekuatannya dan dia melakukan pekerjaannya dengan baik.”
Meskipun masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, Marini tetap optimis menjelang debut balapan bersama Repsol Honda di Qatar. Dia menyadari bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki, tetapi dengan tekad dan kerja keras, dia yakin dapat menunjukkan kemampuannya di lintasan.
Dengan semangat yang tinggi dan tekad untuk belajar, Luca Marini siap menghadapi tantangan yang menanti di kelas premier MotoGP. Meskipun perjalanan di depannya mungkin penuh dengan rintangan, dia siap untuk menaklukkan setiap tantangan dan membuktikan dirinya sebagai salah satu pebalap yang patut diperhitungkan di MotoGP.





