motoline.id – Ajang balap lurus paling bergengsi di Yogyakarta, Java Drag Record 2026, dipastikan mulai start pada 30 Mei 2026 di lintasan non permanen Lanud Gading, Playen, Gunungkidul. Event garapan Vito Indonesia tersebut kembali hadir dengan berbagai pembaruan konsep yang langsung mencuri perhatian para dragracer nasional.
Tidak hanya mempertahankan atmosfer kompetitif khas Java Drag Record, musim 2026 juga menghadirkan kelas baru bertajuk Outlaw Free For All atau Outlaw FFA. Kelas ini disebut berbeda karena sistem penilaiannya hanya menggunakan catatan Elapsed Time tanpa mempertimbangkan Reaction Time.
“Yang paling baru lagi kita unlock kelas outlaw baru yakni Outlaw Free For All, kenapa kelas FFA ini outlaw karena kita akan murni pake Elapsed Time saja tanpa Reaction Time,” ungkap Andreas Mozambi alias Moza dari Vito Indonesia.
Konsep tersebut langsung menjadi magnet tersendiri karena dianggap lebih fokus pada performa mobil dan kemampuan setup mesin murni di lintasan 201 meter. Model kompetisi seperti ini jarang ditemui di event drag race regional sehingga diprediksi bakal menarik perhatian tim-tim papan atas.
Tak hanya itu, Java Drag Record 2026 juga mulai membuka sistem poin juara umum untuk kelas Outlaw All Motor Honda NA yang sebelumnya belum pernah diterapkan.
Dengan hadirnya sistem poin tersebut, persaingan dipastikan semakin panas sejak putaran pertama. Para starter kini tidak hanya berburu kemenangan seri, tetapi juga mengincar konsistensi demi gelar juara umum.
Java Drag Record 2026 sendiri direncanakan berlangsung dalam tiga putaran, yakni:
- Putaran 1: 30 Mei 2026
- Putaran 2: 18 Juli 2026
- Final Round: 3 Oktober 2026
Seluruh seri tetap berlangsung di Lanud Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta yang sudah dikenal sebagai salah satu venue favorit drag race nasional.
Dengan hadirnya konsep baru serta kelas outlaw yang unik, Java Drag Record 2026 diprediksi menjadi salah satu event paling ditunggu di kalender drag race Indonesia tahun ini.





