motoline.id – Suasana sabtu (26/7) pagi di halaman SMK Negeri Tengaran tampak berbeda. Puluhan siswa dari ekstrakurikuler Fosster (Forum Safety Riding SMK N Tengaran) bersiap-siap dengan perlengkapan lengkap untuk mengikuti kegiatan Turing & Edukasi Safety Riding menuju destinasi wisata alam Umbul Cokro, Klaten. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi sarat dengan misi edukasi dan pembentukan karakter pelajar yang sadar akan keselamatan berkendara.
Kegiatan ini secara resmi diberangkatkan oleh Kepala SMK Negeri Tengaran, Dr. Farida Fahmalatif, S.Pd, M.Pd, yang turut hadir mendampingi siswa di titik keberangkatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan turing ini merupakan bentuk nyata implementasi pembelajaran di sekolah.
“Apa yang selama ini dipelajari di dalam kelas, mulai dari teori berkendara, etika berlalu lintas, hingga keselamatan di jalan harus dibuktikan langsung di lapangan. Ini bagian dari pendidikan karakter dan vokasi yang berimbang,” ujar Dr. Farida.
Dengan rute menantang melewati kawasan Tengaran, Sruwen, Cepogo, Boyolali, hingga ke Tulung dan berakhir di Umbul Cokro, para peserta mendapatkan pengalaman riding yang berharga. Kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan langsung dari tim Astra Motor yang memberikan edukasi tentang aturan dan etika turing.
Burhan, selaku instruktur Safety Riding Astra Motor, memberikan pembekalan sebelum keberangkatan.
“Turing itu bukan asal gas! Ada aturan formasi, jaga jarak, isyarat tangan, dan komunikasi antar-rider. Semua itu penting agar turing berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” tegas Burhan kepada para peserta.
Sepanjang perjalanan, para siswa juga diajarkan cara membaca situasi lalu lintas, mengenali rambu-rambu, hingga melakukan pengecekan kondisi motor sebelum dan sesudah berkendara.
Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi ringan dan sesi diskusi santai seputar pengalaman berkendara selama turing. Di bawah rindangnya pepohonan dan segarnya air alami Umbul Cokro, para peserta diajak merenungi pentingnya keselamatan dan disiplin dalam berkendara.
Rara, salah satu peserta, mengaku kegiatan ini membuatnya makin paham bahwa menjadi rider bukan cuma soal bisa naik motor.
“Ternyata banyak banget yang harus dipahami, dari postur, perlengkapan, sampai komunikasi di jalan. Seru dan bermanfaat banget!” ujarnya antusias.
Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi positif antara dunia pendidikan dan industri otomotif. Kolaborasi antara SMK Negeri Tengaran dan Astra Motor dinilai efektif dalam menanamkan pemahaman keselamatan berlalu lintas sejak dini, terutama kepada pelajar sebagai generasi penerus.
Dengan semangat “Safety First”, Fosster SMKN Tengaran sukses menggelar turing edukatif yang tidak hanya memberi pengalaman baru, tetapi juga membentuk sikap bertanggung jawab dan saling peduli di jalan raya.