Kejurnas GTX Region 2 Putaran 1 Siap Guncang Solo, 21 Kelas Balap Perebutkan Gelar Bergengsi

motoline.id – Atmosfer balap grasstrack dan motocross nasional kembali memanas. Kota Solo dipastikan menjadi tuan rumah pembuka Kejurnas GTX Region 2 Putaran 1 Jawa Tengah dalam gelaran Java Race Championship 2026 yang akan berlangsung pada 20-21 Juni 2026 di Sirkuit Goro Assalam, Solo, Jawa Tengah.

Ajang yang masuk kalender resmi Kejuaraan Nasional ini diprediksi menjadi magnet bagi para pembalap terbaik dari berbagai daerah. Tak hanya menghadirkan persaingan sengit di kelas utama, event ini juga membuka banyak kelas pendukung yang berpotensi menyuguhkan pertarungan spektakuler sepanjang akhir pekan.

Read More

Dengan total 21 kelas yang diperlombakan, Java Race Championship 2026 menjadi salah satu event grasstrack terbesar yang digelar di Jawa Tengah tahun ini.

Persaingan paling ketat dipastikan terjadi pada kategori GTX yang menjadi kelas utama dalam Kejurnas Region 2. Para rider papan atas akan berebut poin penting sejak putaran perdana.

Terdapat tujuh kelas utama yang dibuka panitia, yakni GTX 1 Trail Tune Up 4T 180 cc Pro, GTX 2 Trail Standar 4T 155 cc Pro, GTX 3 Bebek Modifikasi 4T 125 cc Pro, GTX 4 Trail Tune Up 4T 180 cc Pemula, GTX 5 Trail Standar 4T 155 cc Pemula, GTX 6 Bebek Standar 4T/2T 125 cc Pemula, serta GTX 7 Trail Standar 4T 155 cc Wanita.

Kehadiran kelas wanita menjadi bukti semakin berkembangnya dunia grasstrack nasional yang kini memberikan ruang lebih besar bagi pembalap perempuan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan tanah.

Selain kelas utama, panitia juga menyiapkan 14 kelas supporting yang diprediksi akan dipenuhi peserta dari berbagai daerah.

Kelas FFA Lokal Jateng-DIY Junior dan FFA Junior menjadi daya tarik tersendiri karena menjadi wadah pembinaan pembalap muda berbakat. Sementara itu, kelas FFA Open diperkirakan akan menjadi salah satu kelas paling bergengsi berkat hadirnya rider-rider dengan spesifikasi motor tanpa batas.

Tak hanya itu, pembinaan usia dini juga mendapat perhatian melalui kelas Minimoto usia 9-13 tahun yang akan menjadi panggung lahirnya talenta-talenta masa depan motocross Indonesia.

Sementara bagi pecinta motocross, kelas MX SE 50 cc, MX SE 65 cc, MX SE 85 cc, MX 2 Novice hingga MX Open dipastikan menghadirkan tontonan menarik dengan karakter lintasan yang menuntut teknik tinggi dan keberanian maksimal.

Salah satu keunikan Java Race Championship 2026 adalah dibukanya kelas Eksekutif A, Eksekutif B, dan Eksekutif C Komunitas. Kelas ini memberikan kesempatan bagi para pehobi balap dan anggota komunitas motocross untuk ikut merasakan atmosfer kompetisi resmi.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan sesi eksibisi komunitas motocross Jawa Tengah yang diprediksi akan menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk kemampuan para rider komunitas dari berbagai daerah.

Keberadaan kelas komunitas menjadi bukti bahwa olahraga grasstrack dan motocross terus berkembang dan mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pembalap profesional hingga penghobi.

Sebagai putaran pembuka Kejurnas GTX Region 2, balapan di Solo memiliki arti strategis bagi para peserta. Hasil maksimal pada seri pertama akan menjadi modal penting dalam perburuan poin menuju gelar juara nasional musim 2026.

Karakter Sirkuit Goro Assalam yang dikenal menuntut kombinasi kecepatan, teknik, dan stamina pembalap dipastikan menjadi tantangan tersendiri. Kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap posisi klasemen sejak awal musim.

Karena itu, banyak tim diperkirakan telah melakukan persiapan intensif baik dari sisi setting motor maupun fisik pembalap untuk menghadapi persaingan yang diprediksi berlangsung ketat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *