motoline.id – Gelaran Kejurprov Dragbike Banten Final Round 2025 di Sirkuit NP KP3B Serang kembali menegaskan bahwa ajang ini menjadi salah satu barometer kekuatan dragbike nasional. Persaingan ketat di berbagai kelas membuat banyak nama muncul sebagai sorotan. Namun dari seluruh hasil dragbike Banten musim ini, sosok Kiki Paiko menjadi salah satu pembalap yang paling menyita perhatian.
Dengan tampil di banyak kelas dan hampir selalu berada dalam jajaran lima besar, performa Kiki menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pembalap cepat, tetapi juga pembalap yang memiliki adaptasi luar biasa terhadap berbagai spek motor.
Berdasarkan hasil resmi final round Kejurprov Banten 2025, Kiki Paiko mencatatkan sederet hasil impresif di beberapa kategori berbeda. Hal ini menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap multi-talenta yang mampu menguasai motor bebek, matic, hingga mesin tidur dalam satu event.
Beberapa pencapaian Kiki pada final round antara lain:
- Peringkat 2 – Bebek 4T 130cc TU Open
Waktu: 07.444 detik - Peringkat 4 – Ninja 155cc FRM STD Open
Waktu: 06.912 detik - Peringkat 3 – Matic s/d 200cc TU Open
Waktu: 07.207 detik - Peringkat 1 – Sleep Engine 200cc R STD
Waktu: 06.771 detik - Peringkat 1 – Matic Sunmori 125–200cc (Big Matic Inject)
Waktu: 08.453 detik
Catatan tersebut menjadikan Kiki sebagai salah satu pembalap dengan podium terbanyak di final round, meski tidak turun di kelas Open Championship. Konsistensinya di berbagai kategori menegaskan keunggulan feeling start, adaptasi karakter mesin, serta mental balap yang kuat.
Salah satu kekuatan terbesar Kiki Paiko adalah kemampuannya membaca kondisi trek KP3B Serang, terutama di sektor tengah yang dikenal cukup tricky. Catatan 60 ft time yang stabil dan akurasi throttle saat lepas gigi membuatnya mampu bersaing di spek motor berbeda tanpa penurunan performa signifikan.
Di kelas Sleep Engine 200cc, Kiki tampil sangat bersih dengan waktu 06.771 detik—angka yang mencerminkan efisiensi motor sekaligus teknik start yang presisi. Sementara pada kategori matic dan bebek, ia menunjukkan akselerasi yang konsisten, sesuatu yang tak mudah mengingat perubahan karakter mesin dan geometri motor.





