motoline.id — Gelaran DANLANAL Kendari Cup I 2025 menjadi salah satu ajang dragbike paling bergengsi di wilayah timur Indonesia. Event ini digelar di Sirkuit Non Permanen Ring Road Kendari pada 31 Oktober hingga 2 November 2025, dan berhasil menarik perhatian ratusan pembalap dari berbagai daerah, mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Papua.
Namun, dari deretan nama besar yang tampil, satu nama muncul paling menonjol di antara yang lain: M. Alif dari Pangkep. Berdasarkan hasil dragbike Danlanal Kendari 2025, pembalap muda yang memperkuat tim NRL Juragan Coto x Stavoll Fam MST AK Series ini mencatatkan rekor podium terbanyak di antara seluruh peserta.
Ajang DANLANAL Kendari Cup 2025 memperlombakan berbagai kelas mulai dari bracket 8 detik, 9 detik, hingga open class untuk motor dua tak dan empat tak. Dalam seluruh kategori itu, M. Alif tampil luar biasa.
Pada kelas DB4 Sport 2T Frame Standar s.d 155cc (JU Open), ia berhasil mencatatkan waktu 6,973 detik dan keluar sebagai juara pertama. Catatan waktu ini bahkan menjadi salah satu yang tercepat sepanjang kejuaraan. Rival terdekatnya, Muh. Akbar dari Jeneponto, hanya terpaut 0,001 detik, dengan waktu 6,974 detik — menunjukkan betapa ketatnya pertarungan di kelas ini.
Tak berhenti di sana, pada kelas Free For All s.d 350cc, M. Alif kembali naik podium setelah bersaing sengit dengan Dheni Apriawan (Makassar) dan M. Rusli (Jeneponto). Dengan motor Kawasaki Ninja, Alif mencatatkan waktu stabil di kisaran 6,7 detik hingga 6,9 detik, membuktikan bahwa performa mesin dan teknik start-nya berada di level tertinggi.
Selain itu, M. Alif juga tampil kuat di kelas Sunmori Ninja R/RR Open, Sunmori RX King 145cc, dan Bracket 8.5 detik, yang semuanya berujung pada hasil podium. Konsistensinya dari awal hingga akhir membuat namanya mencuat sebagai pembalap paling menonjol dalam hasil resmi dragbike Danlanal Kendari.
Dalam dunia dragbike, reaksi start (RT) menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir. M. Alif dikenal memiliki reaksi start sangat cepat, sering mencatatkan RT di bawah 0,100 detik, bahkan dalam beberapa kelas mampu menembus 0,02 detik — angka yang tergolong luar biasa.
Menurut mekanik tim MST x Stavoll Fam, kunci keberhasilan Alif terletak pada sinkronisasi antara kopling dan throttle, ditambah karakter motor yang disetel untuk akselerasi cepat tanpa wheelspin. Setting-an mesin Ninja dan MX King yang digunakannya terbukti efisien di lintasan NP Kendari yang memiliki permukaan semi kasar dan jarak 201 meter.





