motoline.id – Dunia roda dua kembali dihebohkan oleh kabar terbaru dari pabrikan raksasa asal Jepang, Honda Motor Company. Setelah sukses dengan lini motor adventure dan touring seperti Africa Twin, NT1100, hingga CMX1100 Rebel, kini Honda dikabarkan tengah menyiapkan motor touring baru yang sepenuhnya berbeda konsep dari model sebelumnya. Bocoran dokumen paten di Australia mengungkapkan nama calon motor ini, yaitu Honda CB1000GT.
Kabar ini sontak memancing perhatian pecinta touring di seluruh dunia. Pasalnya, langkah Honda menghadirkan motor baru di kelas 1000cc ini cukup mengejutkan, mengingat mereka telah memiliki beberapa model dengan segmen mirip. Lantas, apakah CB1000GT akan menjadi penerus NT1100, atau justru hadir untuk melengkapi jajaran motor besar Honda di kelas grand touring?
Bocoran dari Dokumen Resmi di Australia
Kabar tentang kemunculan Honda CB1000GT pertama kali mencuat setelah media otomotif internasional menemukan dokumen pendaftaran desain dan nama dagang motor tersebut di Australia. Dalam dokumen itu, tertulis bahwa model baru ini merupakan motor touring full-size dengan basis mesin CB1000 Hornet, yang baru saja diluncurkan di Eropa beberapa waktu lalu.
Dari situ bisa dipastikan bahwa Honda tengah melakukan diversifikasi terhadap platform CB1000 series, memperluas varian dari versi naked (Hornet) hingga versi klasik (CB1000F), dan kini ke arah grand touring melalui CB1000GT.
Menariknya, meskipun namanya membawa embel-embel “CB”, desainnya justru jauh berbeda dari motor-motor naked Honda. Secara tampilan, motor ini justru lebih condong ke arah sport touring modern dengan garis bodi tajam dan agresif.
Desain: Perpaduan Sporty dan Futuristik
Bocoran gambar paten menunjukkan Honda CB1000GT memiliki desain yang benar-benar baru. Motor ini tampil dengan half fairing aerodinamis, lampu depan tersembunyi (concealed headlight) yang futuristik, serta windshield tinggi khas motor jarak jauh.
Garis bodinya serba tajam dan ramping, menandakan bahwa Honda ingin menghadirkan motor touring yang tetap menonjolkan kesan sporty — berbeda dengan NT1100 yang bergaya elegan dengan bodi lebar dan lekuk halus. Postur CB1000GT juga tampak jangkung dengan posisi duduk tegak dan ergonomi khas motor jarak jauh, menjanjikan kenyamanan maksimal untuk perjalanan panjang.
Di sektor kaki-kaki, motor ini menggunakan velg cast wheel dengan desain palang modern. Suspensi depan upside down (USD) dipadukan dengan lengan ayun tunggal (mono arm) di belakang, memberikan kesan mewah sekaligus sporty, mirip dengan konsep yang digunakan pada CB1000R dan CB1000 Hornet.
Basis Mesin: Warisan dari CBR1000RR
Seperti namanya, CB1000GT mengandalkan mesin 998 cc empat silinder inline, kode mesin SC93E, yang merupakan turunan langsung dari CBR1000RR Fireblade. Mesin ini sudah dikenal dengan tenaga besar dan karakter putaran halus khas motor supersport Honda.
Menurut bocoran data teknis, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum mencapai 110 kW (sekitar 150 PS). Angka ini lebih tinggi dibandingkan CB1000F yang lebih bergaya klasik, dan sedikit di atas CB1000 Hornet yang diluncurkan pada 2025 lalu.
Konfigurasi 4-silinder ini menjadi pembeda utama dari NT1100 dan Africa Twin yang sama-sama menggunakan mesin 1.084 cc dua silinder paralel. Dengan tenaga besar dan karakter mesin yang responsif, CB1000GT jelas ditujukan bagi pengendara yang mencari sensasi touring cepat di jalur aspal, bukan untuk melibas medan tanah seperti Africa Twin.
Sistem pendingin cairan dan transmisi 6 percepatan dengan assist & slipper clutch dipertahankan, memberikan perpindahan gigi halus dan menjaga traksi optimal saat menurunkan kecepatan di tikungan panjang.
Konsep Grand Touring yang Berbeda dari NT1100
Sekilas, posisi CB1000GT memang terlihat berdekatan dengan NT1100, namun filosofi keduanya jauh berbeda. NT1100 lebih berorientasi pada comfort touring, dengan tampilan elegan, bodi besar, dan fitur-fitur kenyamanan seperti heated grip, side box, serta posisi duduk rendah.
Sementara CB1000GT mengambil arah Grand Touring Sport, menggabungkan kecepatan dan kenyamanan dalam satu paket. Desain ramping dan postur tinggi membuat motor ini lebih dinamis, cocok untuk pengendara yang gemar melakukan perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi, namun tetap mengutamakan kestabilan.
Dari segi fitur, walau belum ada konfirmasi resmi, bocoran internal menyebut CB1000GT akan dibekali layar TFT full-color, mode berkendara (riding mode), traction control, serta cornering ABS seperti yang sudah digunakan di model premium Honda lainnya.
Target Pasar dan Pesaing Utama
Jika melihat konfigurasi dan segmentasi mesinnya, Honda CB1000GT 2026 akan berhadapan langsung dengan beberapa pemain besar di segmen sport touring menengah ke atas. Di antaranya Yamaha Tracer 9 GT, Suzuki GSX-S1000GX, dan Kawasaki Versys 1000.
Sementara di pasar Eropa, model ini juga akan bersaing dengan motor-motor besar seperti Triumph Tiger Sport 1200, BMW R1300RT, hingga Ducati Multistrada V4. Namun keunggulan Honda terletak pada keseimbangan antara performa, desain ergonomis, dan reliabilitas tinggi yang sudah menjadi ciri khas mereka.
CB1000GT diprediksi akan mengisi celah di antara NT1100 dan CBR1000RR — menawarkan kenyamanan touring tapi dengan sensasi tenaga besar khas sportbike. Dengan basis mesin empat silinder dan tampilan modern, motor ini berpotensi menarik minat pengendara yang ingin naik kelas dari CB650R atau Transalp 750 ke segmen liter-class touring.
Kemungkinan Rilis Global dan Potensi di Indonesia
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Honda, bocoran dokumen tersebut menyebut CB1000GT sudah mendapatkan persetujuan paten desain dan homologasi di Australia, yang artinya tahap produksi massal hanya tinggal menunggu waktu.
Beberapa analis otomotif memperkirakan motor ini akan dirilis secara global pada akhir 2025 atau awal 2026. Untuk pasar Asia, termasuk Indonesia, peluang masuknya cukup besar mengingat tren motor touring 1000cc mulai berkembang, terutama di kalangan penggemar turing jarak jauh dan komunitas moge.
Namun jika benar masuk ke Tanah Air, Honda CB1000GT kemungkinan akan dijual secara CBU (Completely Built-Up) dengan harga di kisaran Rp 500–600 jutaan, tergantung spesifikasi dan pajak impor.
Nama “GT” dan Arah Baru Honda di Segmen Touring
Menariknya, penggunaan nama GT (Grand Touring) di belakang seri CB menunjukkan bahwa Honda mulai memperluas filosofi produk mereka ke arah touring berkecepatan tinggi, bukan hanya touring santai.
Jika sebelumnya GT identik dengan mobil, kini istilah tersebut juga merambah ke motor besar yang menonjolkan kombinasi performa, kenyamanan, dan efisiensi untuk perjalanan jarak jauh.
Langkah ini menunjukkan bahwa Honda tidak ingin hanya bermain aman dengan produk-produk seperti NT1100 atau Africa Twin, tetapi ingin menawarkan sesuatu yang lebih emosional — motor touring yang tetap punya DNA sport kuat.
Kehadiran Honda CB1000GT 2026 menjadi sinyal bahwa Honda sedang memperluas sayap di segmen motor touring global. Dengan desain tajam futuristik, mesin empat silinder bertenaga 150 PS, dan posisi berkendara yang nyaman untuk perjalanan panjang, motor ini akan menjadi alternatif ideal bagi mereka yang menginginkan kombinasi antara performance dan comfort.
Meski masih dalam tahap paten dan belum resmi dirilis, kehadiran bocoran ini sudah cukup membuat dunia otomotif bergemuruh. Jika benar meluncur tahun 2026, CB1000GT bisa menjadi pesaing serius bagi Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki di segmen sport touring 1000cc.
Untuk para pecinta touring sejati, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai menabung — meski seperti kata banyak orang, kadang menikmati berita bocoran saja sudah cukup membuat hati senang.





